Data Kemenkes untuk Vaksinasi Tahap Pertama, Kaltim Ranking 7 Nasional
(Rapat koordinasi terkait dengan vaksinasi)
SAMARINDA- Gubernur Kaltim diwakili Asisten
Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Prova Kaltim HM Jauhar
Effendi mengikuti rapat rutin koordinasi terkait monitoring pelaksanaan
vaksinasi Covid-19 secara daring, di ruang Tepian II lantai 2 Kantor Gubernur
Kaltim, Senin (15/02).
Rapat rutin ini dipimpin Menteri Kesehatan
Budi Gunadi Sadikin didampingi Wakil Menteri Dante Saksono Harbuwono. Dalam
arahannya, Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan prioritas distribusi vaksin tahap
kedua diberikan kepada daerah yang prevalensi atau tingkat penularan yang
sangat tinggi, dan prioritas berdasarkan pencapaian vaksinasi tenaga kesehatan
(nakes).
"Rencana distribusi vaksin tahap kedua
sejumlah 38 juta orang diprioritaskan kepada lansia 21 juta orang dan petugas
publik 17 juta orang. Vaksinasi dilakukan berbasis faskes, berbasis institusi,
massal di tempat dan massal bergerak. Mulai minggu ini juga, selain vaksinasi
dimulai 3T secara agresif didukung TNI, Polri dan jajaran kesehatan melalui
Puskesmas sebagai titik utama layanan. Sebagai program pendampingnya
vaksinasi," jelas mantan Wakil Menteri BUMN ini.
Sementara, Asisten Pemkesra Setda Prov Kaltim
HM Jauhar Effendi menyambut baik model rapat koordinasi yang diselenggarakan
setiap Senin dengan durasi 60 menit oleh Kementerian Kesehatan ini. Karena
cukup bagus untuk melaporkan sekaligus mengetahui perkembangan pelaksanaan
vaksinasi di daeeah-daerah.
"Berdasarkan data dari Kementerian
Kesehatan tadi, posisi Kaltim untuk vaksinasi tahap pertama 82,14 persen tapi
kalau secaraa riil 92,01 persen. Tadi posisi kita ranking ketujuh secara
nasional. Artinya cukup bagus," kata Jauhar.
Jauhar menambahkan untuk vaksinasi tahap
kedua posisi masih 40 persen lebih. Seluruh aparat terus bergerak untuk
meningkatkan capaian yang lebih baik.
"Ini masih kita pacu lagi, tapi kalau
kita lihat laporan dari provinsi lain tadi masih ada dibawah 40 persen. Yang
jelas ini harus dilakukan paralel terus. Artinya tahap pertama kita laksanakan
belum mencapai 100 persen karena ada beberapa persoalan. Untuk tahap kedua juga
sudah mulai jalan," jelas mantan Kepala Biro Humas Setda Prov Kaltim ini.
Tampak mendampingi Kepala Dinas Kesehatan dr
Hj Padilah Mante Runa dan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Prov Kaltim
Andi Muhammad Ishak. (mar/poskotakaltimnews.com)